saya tidak percaya pada ringkasan, apapun yang meluncur melewati waktu,pernyataan berlebihan bahwa seseorang mengendalikan cerita, saya pikir, seseorang yang mengaku memahami tetapi jelas-jelas bersikap tenang, seseorang yang mengaku mampu menulis dengan emosi yang diingatnya kembali dalam suasana tenang, adalah orang bodoh dan pembohong, memahami berarti merasa takut, mengingat berarti mengalami kembali dan kembali terkoyak... Saya mengagumi keberanian seseorang untuk berkutut jika berhadapan dengan kejadian seperti itu,
semua ini tentang komitmen dan kemampuan juga kemauan, sedikit faktor lingkungan yang kadangkala malah menjadi banyak, seorang sufi mengatakan, bahwa tingkatan tertinggi manusia adalah yang bisa menertawakan diri sendiri, hingga dia kebal terhadap faktor lingkungan, "geus teu nanaon ku naon-naon".
Sunday, November 25, 2012
Friday, September 7, 2012
070912 21;46
saya bukan penggemar bruno mars pramuka, tapi berbahagialah...
yah memang harus begitu, berbahagialah, jangan kuatir, karena hati itu adalah sumber daya alam yang dapat diperbaharui harusnya.... jika kau merasakan angin telah berubah, let set sail, kembangkan layarmu, dan temukan hal baru, katamu today my life begin, semoga itu tidak sepenuhnya yang kau pikirkan, i wish your happiness really find you.... dan jangan lupa tersenyum....
Monday, September 3, 2012
Itulah Kenapa Keyakinan itu Penting
Profesor: Nak, Anda adalah seorang yang beragama bukan?
Siswa: Ya, Pak.
Profesor: Jadi, Anda percaya pada Tuhan?
Siswa: Tentu saja, Pak.
Profesor: Apakah Tuhan baik?
Siswa: Tentu.
Profesor: Apakah Tuhan maha kuasa?
Siswa: Ya.
Profesor: Saudaraku meninggal karena kanker meskipun dia berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkannya. Kebanyakan dari kita akan berusaha untuk membantu orang lain yang sakit. Tapi Tuhan tidak. Hmm…. Maka bagaimana Tuhan bisa dikatakan baik dalam hal ini? (Mahasiswa diam)
Profesor: Apakah anda tidak bisa menjawab? Mari kita mulai lagi, anak muda. Apakah Tuhan baik?
Siswa: Ya.
Profesor: Apakah setan baik?
Siswa: Tidak
Profesor: Siapakah yang menciptakan setan?
Siswa: Tuhan
Profesor: Itu benar. Sekarang katakan padaku, apakah ada kejahatan di dunia ini?
Siswa: Ya, Pak.
Profesor: Jadi, Anda percaya pada Tuhan?
Siswa: Tentu saja, Pak.
Profesor: Apakah Tuhan baik?
Siswa: Tentu.
Profesor: Apakah Tuhan maha kuasa?
Siswa: Ya.
Profesor: Saudaraku meninggal karena kanker meskipun dia berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkannya. Kebanyakan dari kita akan berusaha untuk membantu orang lain yang sakit. Tapi Tuhan tidak. Hmm…. Maka bagaimana Tuhan bisa dikatakan baik dalam hal ini? (Mahasiswa diam)
Profesor: Apakah anda tidak bisa menjawab? Mari kita mulai lagi, anak muda. Apakah Tuhan baik?
Siswa: Ya.
Profesor: Apakah setan baik?
Siswa: Tidak
Profesor: Siapakah yang menciptakan setan?
Siswa: Tuhan
Profesor: Itu benar. Sekarang katakan padaku, apakah ada kejahatan di dunia ini?
Sunday, September 2, 2012
Curhatan seorang pengendara motor
saya berpikir panjang, hampir sebagian besar kecelakaan yang Saya alami adalah bukan dari keteledoran Saya semata. Melainkan dari pengguna jalan lainnya.
Mulai dari orang yang buang abu rokok sembarangan dari kaca jendela mobilnya dan abunya masuk ke dalem helm, lantas Saya kaget dan mendarat dengan sukses di trotoar…
Lalu waktu Saya mau belok kanan dan tiba2 ada motor yang mau nyalip Saya dari kanan juga (padahal Saya dah nyalain sein kanan), alhasil rider penyalip tersebut sukses terlempar dengan kecepatan kira2 60kpj dan Saya sendiri pun ikut terseret bersama rider itu…
Pernah juga waktu Saya mau nyalip truk dari sisi kanan tiba2 ada ALAY dari arah berlawanan ngambil jalur Saya (saya masih ada di jalur yang benar) langsung nyenggol stang dan Saya sukses mendarat pas di belakang roda truk. Sedangkan ALAY yang nyenggol mah udah ga tau pergi ke mana…
Ngaca dulu, Kita pantes bawa motor atau belum?
Maksudnya gini, apakah riding skill Kita cukup mumpuni untuk membawa motor ke jalan raya atau belum?
Mulai dari orang yang buang abu rokok sembarangan dari kaca jendela mobilnya dan abunya masuk ke dalem helm, lantas Saya kaget dan mendarat dengan sukses di trotoar…
Lalu waktu Saya mau belok kanan dan tiba2 ada motor yang mau nyalip Saya dari kanan juga (padahal Saya dah nyalain sein kanan), alhasil rider penyalip tersebut sukses terlempar dengan kecepatan kira2 60kpj dan Saya sendiri pun ikut terseret bersama rider itu…
Pernah juga waktu Saya mau nyalip truk dari sisi kanan tiba2 ada ALAY dari arah berlawanan ngambil jalur Saya (saya masih ada di jalur yang benar) langsung nyenggol stang dan Saya sukses mendarat pas di belakang roda truk. Sedangkan ALAY yang nyenggol mah udah ga tau pergi ke mana…
Ngaca dulu, Kita pantes bawa motor atau belum?
Maksudnya gini, apakah riding skill Kita cukup mumpuni untuk membawa motor ke jalan raya atau belum?
- Oleh karena itu Saya hanya ingin memberi sedikit curahan hati untuk rider agar tetap waspada di perjalanan.
- Kalau masih suka gas rem - gas rem mendadak, dan asal lari kenceng mending lancarin dulu di lapangan.
- Kalau suka ngebut2 ga jelas, mending ke sirkuit aja sana… ini jalan umum Boy…
- Kalau suka bleyer2 / geber2 gas
Thursday, August 23, 2012
capacitor discharge ignition
sebuah fenomena, entahlah ini sebuah pilihan atau sudah menjadi keterpaksaan, ini erat kaitanya dengan kemampuan nalar manusia, tetapi tetap saja yang menentukan keputusan adalah pikiran bawah sadar, daya nalar manusia hanya sebagai alat bantu pencitraan, mungkin posisinya adalah sebagai jaksa penuntut atau pengacara dalam proses peradilan, dan hakimnya adalah pikiran bawah sadar.
ini juga erat kaitanya dengan kelapangan, kemampuan menerima suatu kondisi, bisa juga disebut kapasitas layaknya segenggam garam yang dimasukan ke segelas air atau ke dalam telaga.
seorang pangeran harus rela meuntas laut leuweung gunung untuk ngapelin sang putri, tipantog, tidagor atau sampai tigebrus didalam gua walet dan dihujani batu setelah jatuh, mungkin saja saat berenang sang pangeran tikerelek dan berusaha kembali ke permukaan, kondisi ini membuatnya berfikir dan berusaha agar dia lebih bijak, karena pandai berenang saja tidak cukup, pangeran tidak akan tipantog tigebrus dan tidagor untuk kedua kalinya, walaupun misalnya itu terjadi, pangeran akan lebih tau cara tipantog tigebrus dan tidagor yang aman, menyenangkan dan tentunya harus memakai gaya, kondisi ini tidak akan begitu berpengaruh dibanding saat pertama kali terjatuh, itulah yang dinamakan kapasitas, yang akan selalu membesar setiap kejadian.
Friday, August 17, 2012
Dina Waktosna
Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih;
tapi bagaimanapun, berbaik hatilah.
Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu;
tapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah.
Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri;
tapi bagaimanapun, berbahagialah.
Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati;
tapi bagaimanapun, jadilah sukses.
Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam;
tapi bagaimanapun, bangunlah.
Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang;
tapi bagaimanapun, berbuat baiklah.
Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu.
Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu.
Ini bukan urusan antara engkau dan mereka.
(Mother Teresa)
bisa saja
oh asbak, kalo sekarang aku berbicara denganmu itu wajar, jangan anggap saya orang gila, karena sesungguhnya kamulah yang gila, kalau kau masi bersikeras bahwa kau tidak gila aku akan membawamu ke cisarua di cimahi, pasti kau akan dimasukan ke ruang rajawali yang brkostum orange...
kalo aku seorang pengendara motor, bisa saja aku mengkritik bobroknya lalu lintas di negri ini, tentang pengendara motor yang ugal2an, seakan punya nyawa 17, bisa saja aku menilai dan menjudge negatif sesuka saya, "rek kamana atuh jang, pembalap oge tara kekebutan di jalan", atau dengan knalpotnya yang berbunyi seakan minta tolong, "atuh lah da aing moal tiba2 loncat indah ngadenge sora motor siga begitu". atau tentang ketika lampu kuning menyala, bukankah itu artinya siap2 untuk berhenti, atau kurangi kecepatan, tapi pengendara indonesia menganggapnya sebagai perintah untuk tarik gas sekencangnya sebelum lampu merah menyala...
kalo aku seorang tukang minyak, bisa saja aku mengkritik kmana minyak di negeri ini, kenapa kita lebih miskin dari negara2 eropa yang tanahnya gak subur dan aaaaahhhh....!
saya bisa saja kukulutus tentang boboroknya indonesia, tentang kekoclakan bos bos saya, tentang orang2 yang mendewakan social network di dunia maya, tentang orang2 borjuis yang tidak peka, tentang kemaksiatan ditengah bulan suci, tentang kekecewaan hidup, tentang kemerdekaan yang semu, tentang kacaunya penghormatan bangsa terhadap pahlawan, tentang keabsurd-an di negeri ini, jika penolakan itu sebuah kebaikan, berapa orang ditolak yang berbahagia?, aku berbicara tentang hak, kebenaran dan kemampuan, bisa saja aku menindir kesana kesini, bisa saja aku korek semua kejelekan semuanya, tapi apa itu berguna, aku tidak berani berbicara semuanya tanpa solusi, aku tidak mau hanya menjadi penilai, aku ingin terlibat, itu saja.....
kalo aku seorang pengendara motor, bisa saja aku mengkritik bobroknya lalu lintas di negri ini, tentang pengendara motor yang ugal2an, seakan punya nyawa 17, bisa saja aku menilai dan menjudge negatif sesuka saya, "rek kamana atuh jang, pembalap oge tara kekebutan di jalan", atau dengan knalpotnya yang berbunyi seakan minta tolong, "atuh lah da aing moal tiba2 loncat indah ngadenge sora motor siga begitu". atau tentang ketika lampu kuning menyala, bukankah itu artinya siap2 untuk berhenti, atau kurangi kecepatan, tapi pengendara indonesia menganggapnya sebagai perintah untuk tarik gas sekencangnya sebelum lampu merah menyala...
kalo aku seorang tukang minyak, bisa saja aku mengkritik kmana minyak di negeri ini, kenapa kita lebih miskin dari negara2 eropa yang tanahnya gak subur dan aaaaahhhh....!
saya bisa saja kukulutus tentang boboroknya indonesia, tentang kekoclakan bos bos saya, tentang orang2 yang mendewakan social network di dunia maya, tentang orang2 borjuis yang tidak peka, tentang kemaksiatan ditengah bulan suci, tentang kekecewaan hidup, tentang kemerdekaan yang semu, tentang kacaunya penghormatan bangsa terhadap pahlawan, tentang keabsurd-an di negeri ini, jika penolakan itu sebuah kebaikan, berapa orang ditolak yang berbahagia?, aku berbicara tentang hak, kebenaran dan kemampuan, bisa saja aku menindir kesana kesini, bisa saja aku korek semua kejelekan semuanya, tapi apa itu berguna, aku tidak berani berbicara semuanya tanpa solusi, aku tidak mau hanya menjadi penilai, aku ingin terlibat, itu saja.....
Subscribe to:
Posts (Atom)
